METRO - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) mengikuti Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) sebagai bagian dari proses evaluasi mutu dan pengembangan institusi. Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula Gedung A.R. Fachruddin UM Metro, Jumat (25/9/2026).
Asesmen lapangan menjadi momentum bagi UM Metro untuk memaparkan perkembangan, capaian, tata kelola, serta sistem penjaminan mutu yang telah dibangun kepada tim asesor.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan tahapan penting yang telah dinantikan setelah proses pengajuan akreditasi berjalan sekitar satu tahun.
“Alhamdulillah usulan akreditasi Universitas Muhammadiyah Metro sampai pada tahap asesmen lapangan saat ini. Ini sudah satu tahun kami menunggunya dan alhamdulillah hari ini sampai dengan asesmen lapangan,” ujar Dr. Nyoto.
Di hadapan tim asesor, Rektor memaparkan perjalanan UM Metro yang telah berkembang selama 60 tahun. UM Metro berdiri sejak 1966 dan dalam perkembangannya kini memiliki tiga lokasi kampus, rumah sakit pendidikan, delapan fakultas, program pascasarjana, serta program vokasi.
Saat ini UM Metro menyelenggarakan 36 program studi dengan dukungan 249 dosen dan 143 tenaga kependidikan. Pada 2026, UM Metro juga memperkuat bidang kesehatan melalui hadirnya Program Studi Kedokteran Hewan Program Sarjana dan Program Profesi Dokter Hewan.
Dalam aspek penjaminan mutu, Dr. Nyoto menjelaskan bahwa UM Metro telah membangun budaya mutu secara berkelanjutan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Lembaga Penjaminan Mutu UM Metro telah berdiri sejak 2007 dan kebijakan SPMI terus disesuaikan dengan perkembangan regulasi, termasuk pembaruan pada 2010, 2016, 2023, dan 2026.
Penerapan SPMI dilakukan melalui siklus PPEPP, yakni penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan. Siklus tersebut diterapkan melalui berbagai instrumen, mulai dari evaluasi, survei, audit internal, pelaporan, hingga Rapat Tinjauan Manajemen yang menghasilkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti.
“Dari kebijakan, manual, dan standar tersebut kemudian dilaksanakan. Setelah dilaksanakan, dievaluasi menggunakan formulir-formulir, baik melalui survei, evaluasi diri, audit internal, dan sebagainya. Kemudian dilakukan pengendalian melalui pelaporan dan Rapat Tinjauan Manajemen, yang menghasilkan rekomendasi untuk kemudian ditindaklanjuti sebagai peningkatan,” jelasnya.
Dr. Nyoto juga menyampaikan sejumlah capaian yang menjadi bagian dari perkembangan mutu UM Metro. Dari 36 program studi yang dimiliki, sejumlah program studi telah memperoleh status akreditasi dengan berbagai peringkat, termasuk akreditasi unggul dan baik sekali.
Pada aspek sumber daya manusia, UM Metro memiliki dosen dengan jenjang jabatan akademik yang beragam, termasuk 70 guru besar, 25 lektor kepala, 108 lektor, serta dosen pada jenjang asisten ahli. Sebanyak 83 dosen telah berkualifikasi pendidikan doktor dan 26 dosen lainnya sedang menempuh studi lanjut.
Dari aspek pendidikan, UM Metro terus mengembangkan kurikulum yang memberikan ruang fleksibilitas pembelajaran serta mendukung penguatan kompetensi mahasiswa. Pengembangan pendidikan tersebut juga ditunjang berbagai capaian akademik dan nonakademik mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, dari sisi lulusan, hasil pelacakan terhadap lulusan tahun 2024 menunjukkan tingkat partisipasi tracer study sebesar 82,11 persen. Dari data tersebut, 90,56 persen lulusan tercatat memiliki aktivitas setelah lulus, dengan 84,47 persen bekerja dan 6,62 persen berwirausaha.
Capaian penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian yang dipaparkan. Pada 2025–2026, UM Metro melaksanakan 129 judul penelitian dan menghasilkan berbagai publikasi ilmiah, termasuk artikel pada jurnal terakreditasi nasional. Pada periode yang sama, terdapat 93 kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam aspek akuntabilitas, Rektor menegaskan bahwa pengelolaan institusi dilakukan berdasarkan regulasi pemerintah, Persyarikatan Muhammadiyah, serta regulasi internal universitas. Sistem audit juga diterapkan, baik melalui mekanisme internal maupun eksternal, termasuk audit pada aspek keuangan.
Lebih lanjut, Dr. Nyoto menjelaskan arah pengembangan UM Metro melalui diferensiasi misi yang berfokus pada bidang pendidikan. Arah tersebut tidak terlepas dari sejarah UM Metro yang pada awalnya berkembang dari lembaga pendidikan keguruan.
“Diferensiasi misi Universitas Muhammadiyah Metro fokus pada bidang pendidikan. Sehingga universitas ini menggunakan tagline The Prophetic Professional Education,” katanya.
Asesor Apresiasi Persiapan UM Metro
Ketua Tim Asesor, Prof. Dr. Indrianty Sudirman, S.E., M.Si., CRMP., CRGP., menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan persiapan UM Metro dalam menghadapi asesmen lapangan.
Ia menilai pelaksanaan asesmen lapangan membutuhkan kerja bersama yang tidak ringan, mulai dari penyusunan data, penelusuran dokumen, koordinasi antarunit, hingga memastikan seluruh bukti pendukung dapat diakses dengan baik.
“Kami juga pernah menjadi asesi, bahwa menyiapkan asesmen lapangan memerlukan kerja bersama yang tidak ringan. Mulai dari menyusun data, menelusuri dokumen, kemudian mengoordinasikan berbagai unit, sampai memastikan seluruh bukti dapat diakses dengan baik,” ungkapnya.
Berdasarkan paparan Rektor, tim asesor melihat sejumlah capaian dan praktik yang telah dibangun UM Metro sebagai bagian dari pengembangan institusi.
Dalam pelaksanaan asesmen, Prof. Indrianty menegaskan bahwa tim asesor akan melakukan konfirmasi dan penilaian secara objektif sesuai ruang lingkup dan instrumen yang telah ditetapkan.
Ia berharap seluruh rangkaian asesmen berlangsung dalam suasana kolegial dan terbuka, sehingga tim asesor dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi UM Metro, proses pengembangan institusi, serta manfaat yang dihasilkan dari berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan.
“Kami harapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dalam suasana yang kolegial dan hangat. Kami meminta Rektor dan jajarannya serta seluruh keluarga besar Universitas Muhammadiyah Metro untuk menjelaskan bukti-bukti yang tersedia dan kondisi Universitas Muhammadiyah Metro secara apa adanya,” tuturnya.
Menurutnya, asesmen lapangan bukan hanya proses evaluasi administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga mutu dan keberlanjutan pengembangan perguruan tinggi.
“Kegiatan ini penting agar kita bersama-sama menjaga amanah dan menjadikan kemaslahatan yang lebih luas,” pungkasnya.
Selain Prof. Dr. Indrianty Sudirman, S.E., M.Si., CRMP., CRGP. ., Tim Asesor lainnya ialah Prof. Dr. Busyra Azheri, S.H., M.H., Prof. Dr. Dian Erlina, S.Pd., M.Hum., dan Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc.Ed., Ph.D.
Asesmen lapangan AIPT UM Metro selanjutnya dilaksanakan melalui rangkaian verifikasi dan konfirmasi terhadap berbagai data, dokumen, serta praktik penyelenggaraan perguruan tinggi yang telah dipaparkan. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya UM Metro memperkuat budaya mutu dan memastikan pengembangan institusi berjalan secara berkelanjutan.