JAKARTA — Universitas Muhammadiyah (UM) Metro kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional yang menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi berdaya saing tinggi. Tiga perwakilan terbaiknya, yang terdiri dari unsur dosen dan tenaga kependidikan (tendik), secara resmi dilantik menjadi pengurus Perkumpulan Lembaga Sertifikasi Profesi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PLSP PTMA). Pelantikan bersejarah ini berlangsung khidmat dan penuh rasa tanggung jawab di Jakarta pada hari Rabu, 7 Oktober 2026.

Dalam struktur kepengurusan yang strategis tersebut, Ir. Lukito Dwi Yuwono, S.T., M.T. diberikan amanah besar sebagai Sekretaris PLSP PTMA. Sementara itu, dedikasi dalam bidang standardisasi kompetensi juga dibuktikan dengan ditunjuknya Dani Anggoro, M.Kom dan M. Aang Khonaifi, S.T yang sama-sama mendapatkan kepercayaan penuh untuk menduduki jabatan sebagai Manajer Bidang Sertifikasi. Ketiganya diharapkan mampu membawa angin segar, inovasi, serta akselerasi bagi pengembangan kompetensi dan keterampilan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah seluruh Indonesia.

Prosesi pelantikan pengurus PLSP PTMA ini dipimpin langsung oleh Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si, Ph.D., selaku Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Momen krusial ini menjadi semakin prestisius karena disaksikan secara langsung oleh perwakilan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menandakan betapa pentingnya peran PLSP PTMA dalam menjaga standar kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di tanah air agar sejalan dengan kualifikasi nasional.

Keberhasilan ketiga tokoh UM Metro ini menduduki posisi strategis bukan sekadar pencapaian individu semata. Hal ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam menggenjot pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Keterlibatan aktif dosen dan tendik dalam organisasi profesi tingkat nasional secara langsung mendongkrak capaian IKU, khususnya terkait aktivitas sivitas akademika di luar kampus (IKU 3) dan peningkatan kualitas lulusan yang siap kerja (IKU 1). Capaian ini menjadi bukti sahih bahwa UM Metro tidak henti-hentinya bertransformasi menuju perguruan tinggi yang berpredikat "Unggul". 

Lebih jauh, kiprah aktif UM Metro dalam Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sangat sejalan dengan dukungan terhadap agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui penguatan standarisasi dan sertifikasi kompetensi, UM Metro berkontribusi secara masif pada pencapaian SDG ke-4 yakni memastikan Pendidikan yang Bermutu dan Inklusif, serta SDG ke-8 yang berfokus pada terwujudnya Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lulusan perguruan tinggi yang telah tersertifikasi secara resmi oleh BNSP tentu memiliki daya saing yang jauh lebih tinggi di bursa kerja, meminimalkan kesenjangan keahlian, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa yang berkesinambungan. 

Momentum pelantikan bergengsi ini sekaligus menjadi etalase promosi yang sangat brilian bagi UM Metro sebagai representasi nyata dari "Kampus Profetik Profesional". Konsep pendidikan profetik menuntut sivitas akademika untuk tidak hanya cerdas secara intelektual dan terampil secara teknis, tetapi juga harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam setiap pijakan kariernya. Dengan tergabungnya para tokoh UM Metro dalam dewan sertifikasi nasional ini, kampus menegaskan bahwa sikap profesionalisme yang dibangun selalu dilandasi oleh etika luhur dan nilai kenabian. Hal ini memastikan bahwa lulusan yang dicetak tidak hanya ahli, diakui, dan tersertifikasi di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas moral yang tidak tertandingi. 

Ke depannya, rekam jejak kepemimpinan Ir. Lukito Dwi Yuwono, Dani Anggoro, dan M. Aang Khonaifi di PLSP PTMA diharapkan mampu memperluas jejaring kemitraan strategis UM Metro dengan berbagai elemen Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Sinergi yang kuat dan berkesinambungan antara dunia pendidikan tinggi, lembaga sertifikasi nasional, dan sektor industri akan bermuara pada penciptaan ekosistem pendidikan yang tangkas dan adaptif terhadap tantangan zaman. Universitas Muhammadiyah Metro kini semakin mantap berdiri sebagai kampus yang meluluskan alumni generasi emas Indonesia berkompeten, berdaya saing global, dan berakhlak mulia.