METRO – Upaya menjaga mutu dan keamanan pangan menjadi perhatian PT Pumakkal Hijau Lestari (PUMAHITARI) melalui pengembangan produksi sayuran dan pengendalian kualitas hasil pertanian. Upaya tersebut mendapat respons positif setelah Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro mengonfirmasi hasil pemeriksaan residu pestisida pada kacang panjang serta logam berat pada bayam dan pakcoy produk PUMAKKAL yang menunjukkan hasil negatif.

Eka Setyaningsih, S.P., dari DKP3 Kota Metro menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan terhadap parameter yang diuji tersebut menunjukkan hasil negatif.

“Alhamdulillah, hasil uji keamanan pangannya terhadap residu pestisida untuk kacang panjang dan logam berat untuk bayam dan pakcoy hasilnya negatif, aman dikonsumsi,” ujar Eka.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi informasi positif bagi PUMAKKAL dalam upaya menjaga mutu produk pertanian yang dihasilkan. Namun, hasil tersebut secara khusus berlaku pada parameter dan komoditas yang diperiksa sehingga pengendalian kualitas tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Produksi Sekitar 30 Jenis Sayuran

Saat ini, PUMAKKAL memproduksi sekitar 30 jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Pengembangan produksi tidak hanya mencakup sayuran daun dan sayuran buah, tetapi juga diarahkan pada diversifikasi komoditas yang memiliki potensi ekonomi.

Beberapa komoditas yang sedang dikembangkan meliputi kedelai edamame, melon, dan cabai jawa atau cabai wayet. Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan produk pertanian, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, serta membuka peluang pemasaran bagi komoditas yang dikembangkan.

Pengembangan berbagai jenis tanaman juga memberikan ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan peserta magang untuk mengenal karakteristik budidaya, pemeliharaan tanaman, pemanenan, penanganan pascapanen, hingga potensi pemasaran hasil pertanian.

Bagi PUMAKKAL, kegiatan produksi pertanian tidak hanya berkaitan dengan penyediaan hasil panen, tetapi juga membutuhkan pengelolaan yang memperhatikan mutu produk sejak proses budidaya hingga sampai kepada konsumen.

Perkuat Pengendalian Mutu dan Penanganan Pascapanen

Untuk menjaga kualitas hasil pertanian, PUMAKKAL mengembangkan prosedur operasional yang mencakup pengendalian budidaya, penggunaan pupuk, pencatatan penggunaan pestisida, higiene pekerja, pemanenan, sortasi, pengemasan, pengangkutan, dan pemasaran.

Pengelolaan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketertelusuran produk, mengurangi risiko kontaminasi, serta menjaga kualitas sayuran selama proses penanganan. PUMAKKAL juga menyiapkan perangkat pemeriksaan mandiri sanitasi dan higiene untuk mendukung pemenuhan persyaratan penanganan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun proses produksi yang lebih tertata dan memperhatikan aspek keamanan pangan. Pemeriksaan produk pertanian merupakan salah satu unsur penting dalam pengendalian mutu yang perlu didukung penerapan prosedur budidaya dan penanganan hasil secara konsisten.

Hasil pemeriksaan negatif pada kacang panjang, bayam, dan pakcoy diharapkan menjadi dorongan bagi PUMAKKAL untuk terus memperkuat pengendalian kualitas, memperluas pemeriksaan sesuai kebutuhan, serta menjaga konsistensi mutu produk yang dihasilkan.

Integrasikan Produksi dengan Inovasi Pertanian

Pengembangan usaha PUMAKKAL juga mencakup produksi pupuk organik cair dan kompos, pemanfaatan mikroorganisme lokal, budidaya tanaman, serta penanganan dan pemasaran hasil pertanian.

Teknologi yang dikembangkan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro menjadi bagian dari upaya mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan tersebut menghubungkan pengembangan produk pertanian dengan pemanfaatan sumber daya dan inovasi teknologi.

Melalui pengembangan produksi sayuran, diversifikasi komoditas, serta penguatan pengendalian mutu, PUMAKKAL berupaya membangun kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Ke depan, konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memperhatikan keamanan pangan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap hasil pertanian yang dipasarkan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan usaha pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada mutu, kebermanfaatan, dan keberlanjutan.