METRO – Komitmen Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan diwujudkan melalui kontribusi dosen dalam kegiatan penguatan kompetensi pendidik di SMP Cahaya Bangsa Metro. Melalui dua kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada September dan Oktober 2026, dosen UM Metro berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi kertas ramah lingkungan serta penyusunan karya tulis ilmiah (KTI) sesuai kaidah akademik.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Project Season Tema 1: Gaya Hidup Berkelanjutan melalui topik “B.A.N.A.N.A. (Building Awareness, Nurturing Ability, and Natural Adaptation)”. Program ini menjadi upaya SMP Cahaya Bangsa untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kompetensi guru dalam membimbing peserta didik mengembangkan kreativitas, budaya belajar, dan kemampuan penelitian.

Pada 22 September 2026, Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si., dosen UM Metro, memberikan pelatihan mengenai pembuatan banana paper, yakni kertas ramah lingkungan berbahan dasar limbah kulit pisang. Materi tersebut mengajak peserta melihat limbah organik bukan semata-mata sebagai sampah, melainkan sebagai bahan yang berpotensi diolah menjadi produk kreatif dan bernilai guna.

Melalui pengenalan proses pengolahan kulit pisang menjadi lembaran kertas, peserta memperoleh wawasan tentang pemanfaatan serat alami, pengurangan limbah, serta pengembangan produk yang mendukung gaya hidup berkelanjutan. Gagasan tersebut juga membuka peluang bagi guru dan siswa untuk mengembangkan proyek pembelajaran berbasis lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Prof. Agus menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan melalui kegiatan kreatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi kertas, kita ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap sebagai sampah masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesadaran bahwa gaya hidup berkelanjutan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita,” ujar Prof. Agus.

Menurutnya, pengolahan limbah menjadi produk kreatif dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan konsep keberlanjutan kepada peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep, tetapi juga mendorong peserta didik mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya yang memiliki manfaat bagi lingkungan.

Selanjutnya, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, kegiatan Upgrading Day dilanjutkan dengan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah yang menghadirkan Kartika Sari, S.Si., M.Bt.S., Ph.D., dosen Program Studi Pendidikan Biologi UM Metro. Dalam kegiatan ini, Kartika menyampaikan materi mengenai struktur penulisan ilmiah menggunakan pendekatan IMRaD, yaitu Introduction, Methods, Results, dan Discussion.

Pendekatan IMRaD membantu penulis menyusun laporan penelitian secara sistematis, mulai dari menjelaskan latar belakang dan urgensi masalah, menguraikan metode penelitian, menyajikan hasil, hingga membahas makna temuan berdasarkan data dan penelitian terdahulu.

Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya mengidentifikasi kebaruan penelitian (novelty), merumuskan tujuan dan pertanyaan penelitian, menyesuaikan metode dengan data yang hendak diperoleh, serta menyajikan hasil secara objektif. Selain itu, materi menekankan pentingnya parafrasa yang tepat, penggunaan sumber rujukan, dan penyusunan laporan yang sesuai dengan kaidah akademik.

Kartika menjelaskan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah perlu dibangun melalui proses berpikir yang terarah dan didukung oleh data.

“Penulisan karya tulis ilmiah perlu dibangun melalui proses berpikir yang sistematis, mulai dari mengidentifikasi masalah, menentukan metode, menyajikan hasil, hingga membahas makna temuan. Melalui pendekatan IMRaD, guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih terstruktur sehingga dapat membimbing peserta didik menghasilkan karya ilmiah yang logis, berbasis data, dan sesuai dengan kaidah akademik,” jelas Kartika.

Pelatihan ini dirancang untuk mendukung guru dari berbagai mata pelajaran agar semakin percaya diri dalam menulis karya ilmiah sekaligus memiliki bekal untuk membimbing peserta didik mengembangkan penelitian sederhana. Dengan demikian, kemampuan meneliti tidak hanya menjadi ranah mata pelajaran tertentu, tetapi dapat tumbuh sebagai bagian dari budaya belajar lintas disiplin di sekolah.

Wakil Kepala SMP Cahaya Bangsa, Nurul Syahru Ramadhania, M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasinya atas materi yang diberikan oleh kedua narasumber UM Metro tersebut. Menurutnya, kedua kegiatan memberikan manfaat yang saling melengkapi, baik dalam penguatan pendidikan lingkungan maupun pengembangan kemampuan akademik guru.

“Pelatihan banana paper oleh Prof. Agus dan rekan sangat bermanfaat untuk brainstorming para guru dan siswa dalam pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi kertas yang ramah lingkungan. Kemudian, materi pembuatan karya tulis ilmiah yang sesuai kaidah IMRaD disampaikan oleh Bu Kartika dengan sangat menarik dan efektif untuk membantu para guru membimbing peserta didik menyusun KTI. Terima kasih kepada Prof. Agus dan Bu Kartika atas materi yang sangat bermanfaat,” ungkap Nurul.

Salah satu peserta, Andrian, guru PJOK SMP Cahaya Bangsa, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pengembangan pembelajaran. Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan yang lebih intensif bagi peserta didik yang mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

“Perlu pendampingan lebih intensif terhadap anak-anak yang mengikuti OPSI,” tulis Andrian dalam catatan evaluasinya.

Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan kompetensi pendidik membutuhkan pendekatan yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memberikan gagasan praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Pemanfaatan limbah menjadi produk kreatif dapat dikembangkan sebagai proyek sains dan lingkungan, sedangkan keterampilan penulisan ilmiah membantu guru mengarahkan peserta didik agar mampu mengolah gagasan dan hasil pengamatan menjadi karya yang terstruktur.

Kolaborasi ini juga memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif. Perguruan tinggi berperan dalam berbagi keahlian dan pengalaman akademik, sementara sekolah menjadi ruang penerapan gagasan tersebut dalam proses pembelajaran.

Melalui kontribusi Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si., dan Kartika Sari, S.Si., M.Bt.S., Ph.D., UM Metro terus mengambil bagian dalam penguatan kapasitas pendidik dan pengembangan pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa kini. Semangat ini sejalan dengan komitmen UM Metro sebagai The Prophetic Professional Campus untuk menghadirkan pendidikan yang mencerahkan, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ke depan, penguatan kompetensi guru diharapkan dapat melahirkan lebih banyak inovasi pembelajaran, karya ilmiah, serta proyek pendidikan berkelanjutan yang melibatkan peserta didik secara aktif. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan dan budaya penelitian dapat tumbuh bersama sebagai bagian dari pembentukan generasi yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.