METRO — Dosen Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Dr. Agus Wibowo, M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Eksistensi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan Program Studi PAI Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Metro, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Dekanat Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Metro dan diikuti unsur pimpinan fakultas, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, dosen homebase, serta Dosen Tetap Program Studi (DTPS) PAI UIN Jurai Siwo Metro.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi PAI UIN Jurai Siwo Metro memperkuat peran dosen melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga sebagai ruang membangun kemitraan, memperluas kontribusi akademik, dan memperkuat rekognisi dosen serta program studi.

Dekan FTIK UIN Jurai Siwo Metro, Dr. Siti Annisah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan dan perkembangan program studi sangat berkaitan dengan kualitas serta kiprah dosen di tengah masyarakat.
“Kekuatan utama program studi agar tetap eksis adalah para dosen. Oleh karena itu, kiprah dosen di tengah masyarakat akan sangat berkontribusi dalam memperkuat eksistensi program studi di tengah persaingan yang semakin kuat,” ungkapnya.
Ia juga mendorong dosen PAI untuk mengembangkan kegiatan pengabdian yang lebih inovatif dan kolaboratif. Menurutnya, pengabdian perlu dirancang agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekaligus membuka ruang kemitraan dengan berbagai pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agus Wibowo memberikan penguatan mengenai strategi pengembangan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen perguruan tinggi. Materi diarahkan pada pentingnya menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat, menetapkan tujuan dan manfaat yang terukur, membangun kemitraan strategis, serta menghasilkan luaran yang dapat mendukung pengembangan kapasitas dan rekognisi dosen.
Pembahasan juga menekankan pentingnya mengembangkan kegiatan pengabdian secara berkelanjutan. Program yang dirancang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi perlu memiliki dokumentasi, luaran, serta tindak lanjut yang dapat menunjukkan manfaat dan keberlanjutan program.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antara dosen UIN Jurai Siwo Metro dan narasumber dari UM Metro. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai kemungkinan pengembangan program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat dikembangkan melalui kerja sama antarperguruan tinggi.
Keterlibatan Dr. Agus Wibowo sebagai narasumber dalam kegiatan akademik di luar UM Metro menjadi bagian dari aktivitas dosen dalam membangun jejaring dan berbagi pengetahuan dengan perguruan tinggi lain. Forum tersebut juga membuka ruang komunikasi untuk pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi UM Metro, keterlibatan dosen dalam forum akademik lintas perguruan tinggi merupakan bagian dari kontribusi sivitas akademika dalam memperluas manfaat keilmuan. Peran tersebut sekaligus mempertemukan pengalaman akademik dengan kebutuhan pengembangan pendidikan dan masyarakat di tingkat lokal.
Melalui kegiatan tersebut, komunikasi dan jejaring antara UM Metro dan UIN Jurai Siwo Metro diharapkan terus berkembang, khususnya dalam penguatan kapasitas dosen, pengembangan program pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif dan konstruktif. Para peserta aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai pengembangan pengabdian kepada masyarakat yang relevan, terukur, dan berkelanjutan.