METRO – Suasana haru menyelimuti Gedung Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Rabu (30/9/2026). Ruang R.1.6 menjadi saksi sebuah perjalanan panjang pengabdian ketika Dr. Sudarman, M.Pd., menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun setelah menjalani masa kerja selama 39 tahun 6 bulan di lingkungan UM Metro.
Dalam kesempatan yang sama, SK Pensiun juga diserahkan kepada Dra. Suhartini yang telah mengabdikan diri selama 16 tahun.
Bukan sekadar seremoni administratif, penyerahan SK Pensiun tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang, kebersamaan, serta kontribusi yang telah diberikan keduanya bagi perkembangan Universitas Muhammadiyah Metro.

Dr. Sudarman menyampaikan pesan dan kesannya dengan suara yang sarat emosi. Setelah puluhan tahun menjalani aktivitas sebagai bagian dari UM Metro, ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus memohon maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kesalahan, baik dalam perkataan maupun tindakan.
“Kalau ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja, saya mohon maaf,” ungkapnya.
Bagi Dr. Sudarman, hampir empat dekade berada di UM Metro bukanlah waktu yang singkat. Banyak pengalaman, dinamika, dan kenangan yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Ia mengenang masa ketika UM Metro masih mengalami berbagai perubahan dan perkembangan kelembagaan hingga menjadi perguruan tinggi seperti saat ini.
Salah satu kenangan yang disampaikan adalah ketika dirinya mulai aktif berkomunikasi dengan sejumlah tokoh dan pimpinan kampus pada masa awal pengabdiannya. Dari interaksi tersebut, ia tidak hanya memperoleh pengalaman dalam pekerjaan, tetapi juga pelajaran tentang arti kebersamaan, tanggung jawab, dan hubungan kekeluargaan.
“Saya berjanji, selama pekerjaan diberikan kepada saya, saya akan memulai dan menyelesaikannya. Saya tidak akan mencari alasan ketika diberi amanah,” tuturnya.
Janji tersebut menjadi salah satu prinsip yang ia pegang selama menjalankan tugas di UM Metro.
Di hadapan pimpinan dan rekan-rekan kerja, Dr. Sudarman juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar universitas yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Setelah menyampaikan pesan tersebut, suasana ruangan terasa semakin emosional. Perjalanan hampir empat dekade yang selama ini dijalani bersama seolah kembali hadir dalam ingatan.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian Dr. Sudarman dan Dra. Suhartini.
“Atas nama Universitas Muhammadiyah Metro, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sudarman dan keluarga yang telah memberikan waktu dan kemampuannya selama puluhan tahun,” ujarnya.

Menurut Dr. Nyoto, apa yang telah diberikan selama masa pengabdian tersebut merupakan bagian dari perjalanan besar pembangunan UM Metro. Pengabdian yang dilakukan selama bertahun-tahun diharapkan menjadi amal jariah dan memberikan manfaat yang terus mengalir.
Ia juga mengenang perjumpaannya dengan Dr. Sudarman pada masa awal dirinya bergabung di UM Metro. Saat itu, Dr. Sudarman telah menjadi salah satu sosok yang berperan dalam berbagai aktivitas kelembagaan, termasuk dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Berbagai kenangan kerja bersama pun muncul kembali, termasuk ketika kegiatan-kegiatan kampus berlangsung hingga larut malam. Bagi Dr. Nyoto, pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana Dr. Sudarman menjadi bagian dari perjalanan UM Metro dalam melewati berbagai fase perkembangan.
“Banyak hal yang sangat luar biasa beliau laksanakan selama bertahun-tahun ini,” kata Dr. Nyoto.
Rektor juga mengajak keluarga besar UM Metro untuk mengambil pelajaran dari perjalanan pengabdian tersebut. Menurutnya, semangat untuk membangun universitas perlu terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Sementara itu, Sekretaris BPH UM Metro, Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I., menyampaikan pesan yang lebih reflektif. Ia menggambarkan masa pensiun bukan sebagai akhir dari pengabdian, melainkan perpindahan ruang untuk menghadirkan kebermanfaatan dalam bentuk yang berbeda.

Ia mengutip pesan Al-Qur’an tentang kesungguhan setelah menyelesaikan suatu urusan. Menurutnya, selesai dari satu amanah bukan berarti berhenti berkarya.
“Pensiun itu bukan berhenti. Pensiun itu pindah amal saleh,” ungkapnya.
Samson Fajar menilai, selama 39 tahun 6 bulan mengabdi, Dr. Sudarman telah meninggalkan jejak melalui ilmu dan pengalaman yang diberikan kepada banyak generasi. Ilmu yang pernah diajarkan dan dibagikan kepada mahasiswa maupun masyarakat akan terus hidup melalui orang-orang yang pernah mendapat manfaat darinya.
“Berapa banyak yang dari didikan Pak Darman sekarang menjadi guru, menjadi kepala sekolah, menjadi orang-orang yang luar biasa. Itu kalau dikumpulkan, berapa banyak kebaikan,” tuturnya.
Pesan tersebut turut membawa suasana menjadi semakin haru. Masa pensiun tidak dipandang sebagai perpisahan sepenuhnya, melainkan awal dari fase kehidupan baru yang tetap memiliki ruang luas untuk berbuat baik.
Selamat memasuki masa purnatugas, Dr. Sudarman, M.Pd. dan Dra. Suhartini. Terima kasih atas waktu, tenaga, ilmu, dan pengabdian yang telah diberikan untuk Universitas Muhammadiyah Metro.