METRO — Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) melaksanakan Finalisasi Kurikulum Tahun 2026 di Laboratorium Pendidikan Sejarah, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu akademik serta memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia pendidikan dan perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro. Finalisasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari proses peninjauan dan pengembangan kurikulum untuk menghasilkan rancangan pembelajaran yang adaptif, terukur, serta berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.
Penyempurnaan kurikulum juga diarahkan untuk memperkuat implementasi pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yakni sistem pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran. Melalui pendekatan ini, setiap komponen kurikulum diharapkan saling terintegrasi dalam mendukung kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, Dr. Johan Setiawan, M.Pd., menyampaikan bahwa finalisasi kurikulum merupakan tahapan penting untuk memastikan keterkaitan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, struktur mata kuliah, strategi pembelajaran, dan sistem penilaian.
Menurutnya, kurikulum Pendidikan Sejarah tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan sejarah, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Selain itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi digital, penelitian, serta kreativitas dalam mengembangkan pembelajaran sejarah.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP UM Metro, Dr. Arif Rahman Aththibby, M.Pd.Si. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pengembangan dan finalisasi kurikulum merupakan bagian penting dari peningkatan mutu akademik serta penguatan daya saing lulusan.
Kurikulum program studi, lanjutnya, diharapkan tidak hanya memenuhi standar pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan profesi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pelestarian dan pengembangan kebudayaan.

Penguatan substansi kurikulum turut disampaikan oleh Dr. Siti Suprihatin, M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Aktivitas Instruksional (P3AI) UM Metro periode 2025–2029, yang hadir sebagai narasumber. Ia memberikan pemaparan mengenai finalisasi kurikulum berbasis OBE, terutama dalam penyelarasan capaian pembelajaran, struktur kurikulum, pengorganisasian mata kuliah, strategi pembelajaran, dan asesmen.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah penerapan prinsip constructive alignment, yaitu keselarasan antara capaian pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan metode penilaian. Prinsip ini diharapkan dapat memastikan proses pembelajaran berjalan secara terarah sekaligus mendorong penerapan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning).
Dalam konteks Pendidikan Sejarah, penyempurnaan kurikulum juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menganalisis sumber sejarah, menginterpretasikan peristiwa masa lalu, melaksanakan penelitian sejarah, menulis karya ilmiah, serta mengembangkan media pembelajaran sejarah berbasis digital.
Pembahasan berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan seluruh dosen program studi. Sejumlah aspek yang dikaji meliputi penyempurnaan profil lulusan dan CPL, penataan struktur serta distribusi mata kuliah, penguatan mata kuliah berbasis penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta penyesuaian sistem evaluasi berdasarkan prinsip OBE.
Melalui proses finalisasi tersebut, setiap komponen kurikulum diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas dan mampu mendukung pencapaian tujuan pendidikan program studi. Hasil penyempurnaan ini selanjutnya menjadi landasan bagi pelaksanaan pembelajaran yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Finalisasi Kurikulum Program Studi Pendidikan Sejarah Tahun 2026 menegaskan komitmen FKIP UM Metro dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung lahirnya lulusan Pendidikan Sejarah yang unggul, kritis, inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan di tingkat lokal, nasional, maupun global.