METRO – PT Pumakkal Hijau Lestari (PUMAHITARI) terus mengembangkan kegiatan usaha pertanian yang terhubung dengan penelitian, inovasi teknologi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai program yang dijalankan bersama Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), PUMAKKAL menjadi ruang penerapan pengetahuan sekaligus pembelajaran praktik bagi mahasiswa, peserta didik, dan masyarakat.
Pengembangan tersebut mencakup produksi pupuk organik, pemanfaatan mikroorganisme lokal, budidaya tanaman, pengolahan limbah, hingga pendampingan kegiatan pertanian. Di bidang pendidikan, PUMAKKAL juga membuka kesempatan belajar melalui kegiatan produktif bagi mahasiswa inklusi dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).
Teknologi Pertanian Berbasis Penelitian
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PUMAKKAL telah mengembangkan rangkaian kegiatan yang meliputi produksi pupuk organik cair dan kompos, pemanfaatan mikroorganisme lokal, budidaya tanaman, serta penanganan dan pemasaran hasil pertanian.
Pengembangan teknologi tersebut berkaitan dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat UM Metro. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan konsorsium bakteri indigen PUMAKKAL sebagai bahan pengembangan pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian.
Berdasarkan data yang disampaikan PUMAKKAL, pengembangan teknologi tersebut telah menghasilkan empat paten komposisi starter konsorsium bakteri indigen PUMAKKAL untuk pupuk organik, dengan periode pemberian yang disebut berlangsung dari Juli 2016 hingga 2025. Selain itu, terdapat satu paten yang telah menyelesaikan pemeriksaan substantif.
PUMAKKAL juga mencatat lebih dari 160 tugas akhir mahasiswa berupa skripsi dan tesis yang mengambil tema terkait PUMAKKAL sejak 2011. Hal tersebut menunjukkan keterkaitan kegiatan usaha dan pengembangan teknologi dengan aktivitas akademik mahasiswa.
Melalui keterhubungan tersebut, kegiatan pertanian dapat menjadi konteks pembelajaran yang mempertemukan teori, penelitian, dan penerapan teknologi. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari persoalan nyata di lapangan, sementara hasil penelitian dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.
Kembangkan Pembelajaran Inklusif Bersama Unit PELITA UM Metro
Selain berfokus pada inovasi pertanian, PUMAKKAL menggandeng Unit PELITA (Pusat Edukasi dan Layanan Inklusif Terpadu) Universitas Muhammadiyah Metro untuk memperluas kesempatan belajar melalui kegiatan produktif.
Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa inklusi untuk memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan usaha pertanian, khususnya penanganan hasil panen, sortasi, pengemasan sayuran, serta pengenalan proses usaha dari produksi hingga pemasaran.
Tiga mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan awal tersebut adalah Indah Mega Fitrianingrum dari Program Studi Manajemen, Desya Melani dari Program Studi D3 Sistem Informasi, dan Krisna Ali Maulana dari Program Studi Ilmu Komputer.
Ketiganya menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan dan menyatakan kesiapan untuk terus belajar serta mengembangkan keterampilan melalui aktivitas di PUMAKKAL.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui aktivitas yang berkaitan dengan dunia kerja. Selain mengenal proses usaha pertanian, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis, berinteraksi dalam lingkungan kerja, dan memahami tahapan kegiatan produksi hingga pemasaran.
Melalui kerja sama dengan Unit PELITA UM Metro, PUMAKKAL berupaya menyediakan ruang pembelajaran yang terbuka dan menghargai keberagaman kemampuan mahasiswa. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan keterampilan dan kemandirian sesuai dengan potensi masing-masing peserta.

Tiga Siswa SMKN 1 Pagardewa Ikuti Praktik Kerja Lapangan
Komitmen PUMAKKAL dalam mendukung pendidikan kejuruan juga diwujudkan melalui penerimaan tiga siswa SMKN 1 Pagardewa, Lampung Barat, yang mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, kerja sama PUMAKKAL dengan sekolah-sekolah di Lampung, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK, telah berjalan sejak 2020. Pada 2026, tiga siswa dari SMKN 1 Pagardewa mengikuti kegiatan pembelajaran praktik tersebut.
Selama empat bulan, para siswa dibekali pengetahuan mengenai kegiatan usaha PUMAKKAL, budidaya tanaman, pemanfaatan pupuk organik, pemeliharaan tanaman, pemanenan, hingga penanganan hasil pertanian.
Kegiatan pembelajaran juga mencakup pengalaman di sejumlah lokasi dan lingkungan mitra, yaitu Kebun Pembelajaran UM Metro di Kali Bening, Pekalongan, Lampung Timur; Kebun Pembelajaran di 38 Batanghari, Lampung Timur; Kelompok Tani Podo Rukun; Jaringan Tani Muhammadiyah Metro (JATAM); serta kegiatan administrasi di Program Pascasarjana UM Metro.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal praktik usaha pertanian dari berbagai sisi. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada kegiatan budidaya, tetapi juga memperkenalkan pengelolaan usaha, jejaring kelompok tani, dan kegiatan administrasi yang mendukung operasional organisasi.
Melalui PKL, siswa diharapkan dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan pengalaman praktik di lapangan. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi bekal untuk mengenali kebutuhan keterampilan di dunia kerja serta memahami peluang usaha di bidang pertanian.
Dorong Pertanian Sirkular dan Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan PUMAKKAL juga berkaitan dengan pengembangan teknologi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pada Juli 2026, inovasi fermentor PUMAKKAL digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro di Karangrejo, Metro Utara.
Program tersebut mengembangkan pengolahan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat melalui budidaya maggot, produksi pupuk organik cair, dan pembuatan kompos.
Pendekatan ini merupakan bagian dari pengembangan ekonomi sirkular, yakni upaya memanfaatkan kembali sumber daya dan mengolah limbah menjadi bahan yang memiliki nilai guna. Dalam konteks pertanian, pengolahan limbah organik dapat mendukung penyediaan bahan untuk kegiatan budidaya dan pengembangan usaha produktif masyarakat.
Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si., dari PT Pumahitari, menjelaskan bahwa PUMAKKAL memiliki pengalaman dalam pendampingan kelompok tani, pengembangan pertanian organik, pelatihan pengelolaan limbah, dan penerapan teknologi mikroorganisme untuk mendukung kesuburan tanah.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengembangan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Penerapan inovasi di lapangan diharapkan dapat memberikan manfaat praktis sekaligus memperluas pemanfaatan hasil penelitian dalam kegiatan produktif.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, PUMAKKAL terus berupaya mengintegrasikan kegiatan usaha dengan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi teknologi lingkungan.
Pengembangan teknologi pertanian, pembelajaran inklusif, serta pendampingan siswa SMK diharapkan dapat memperluas manfaat kegiatan usaha bagi masyarakat. Keterhubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha, sekolah, dan kelompok tani menjadi ruang untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus mendorong penerapan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.