PERKATAAN yang baik dan sikap pemaaf memiliki kedudukan yang lebih mulia daripada sedekah yang disertai sikap menyakiti hati penerimanya. Pesan tersebut menjadi inti kultum yang disampaikan Dr. Prabowo Adi Hidayat, M.Pd.I., dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Metro, dalam kultum ba'da Zuhur di Masjid Ulul Albab UM Metro, Selasa (28/7/2026).

Mengawali kajiannya, Dr. Prabowo mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah ayat 263:

"Qaulun ma'rūfun wa maghfiratun khairun min ṣadaqatin yatba'uhā adzā..."

 "Perkataan yang baik dan pemberian maaf memiliki kedudukan yang lebih baik daripada sedekah yang disertai tindakan yang menyakiti hati penerimanya.." (QS. Al-Baqarah: 263)

Menurutnya, ayat ini mengajarkan bahwa nilai sebuah amal tidak hanya diukur dari besarnya pemberian, tetapi juga dari akhlak yang menyertainya. Sedekah yang kemudian diungkit-ungkit atau dijadikan alat untuk menuntut balas budi justru menghilangkan nilai kebaikannya. Hal ini sejalan dengan rangkaian ayat dalam QS. Al-Baqarah yang melarang seseorang merusak pahala sedekah dengan mengungkit-ungkit pemberian atau menyakiti hati penerima.

Lebih lanjut, ia menjelaskan makna qaulan ma'ruf. Kata ma'ruf berasal dari akar kata yang bermakna "diketahui", kemudian berkembang menjadi segala sesuatu yang diakui sebagai kebaikan oleh syariat dan masyarakat. Karena itu, qaulan ma'ruf bukan sekadar berbicara sopan, tetapi menyampaikan ucapan yang membawa manfaat, ketenangan, kenyamanan, serta tidak menyinggung lawan bicara.

Menurutnya, dalam konteks kehidupan akademik, prinsip qaulan ma'ruf dapat diwujudkan melalui penyampaian ilmu yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ilmu pengetahuan, menurutnya, harus menjadi solusi atas berbagai persoalan kehidupan sekaligus menghadirkan kemaslahatan bagi publik.

Sementara dalam kehidupan sosial, perkataan yang baik menjadi fondasi terciptanya hubungan yang harmonis. Komunikasi yang santun akan memperkuat persaudaraan, mengurangi potensi konflik, serta mencegah munculnya sekat-sekat atau kelompok yang memecah persatuan.

Dr. Prabowo juga mengingatkan bahwa pelayanan kepada sesama, termasuk pelayanan akademik di lingkungan perguruan tinggi, merupakan bagian dari ibadah muamalah. Ketika profesionalisme dijalankan dengan niat ibadah dan dibarengi akhlak yang baik, maka pekerjaan sehari-hari bernilai ibadah di hadapan Allah Swt.

Menutup kultumnya, ia mengajak seluruh sivitas akademika UM Metro untuk membiasakan perkataan yang baik dalam setiap interaksi. Sebab, ucapan yang santun mampu menghadirkan kedamaian, mempererat hubungan antarsesama, dan menjadi bagian dari amal saleh yang dicintai Allah Swt.

Penulis: Nas/Humas