METRO - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) terus menajamkan komitmennya dalam memperkuat fondasi keislaman dan kemuhammadiyahan. Tidak ingin Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) hanya berhenti sebagai mata kuliah formal, kampus ini bergerak melakukan transformasi mendasar untuk menjadikan AIK sebagai ruh dan identitas utama seluruh aktivitas akademik.
Langkah strategis ini ditegaskan dalam agenda Evaluasi dan Koordinasi Pembelajaran Bersama Dosen Pengampu AIK yang digelar di Aula AR. Fachrudin UM Metro, Rabu (30/9/2026). Rapat koordinasi yang berlangsung dinamis ini dihadiri pimpinan kampus, pengurus lembaga, dekanat, hingga seluruh dosen pengampu mata kuliah AIK.
Menyelaraskan Lintas Generasi Akademik
Kegiatan yang diinisiasi berdasarkan surat undangan tertanggal 23 September 2026 (12 Rabiul Akhir 1448 H) oleh Wakil Rektor IV Bidang AIK dan Kerjasama, Prof. Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., ini berfokus pada dua agenda krusial:
- Evaluasi pelaksanaan AIK Semester Genap TA 2025/2026.
- Koordinasi dan persiapan pembelajaran AIK Semester Ganjil TA 2026/2027.
Hadir dalam pertemuan tersebut pimpinan Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK) UM Metro, Dr. Garianto, M.Pd.I. dan Dr. Prabowo Adi Widayat, M.Pd.I., serta jajaran pimpinan Fakultas Agama Islam (FAI) yang dipimpin oleh Dekan FAI Muhammad Nur, M.Kom.I., didampingi Wakil Dekan 1 Dr. Heri Cahyono, M.Pd.I., Wakil Dekan 2 Dr. Iswati, M.Pd., serta para Ketua Program Studi serta dosen-dosen AIK di lingkungkuang Universitas Muhammadiyah Metro
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menyambut baik kolaborasi erat antar-dosen AIK. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang ditetapkan oleh Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
"Kurikulum AIK berorientasi OBE dirancang untuk memperkuat karakter, nilai keislaman, serta mendorong integrasi antara keilmuan modern dan nilai AIK agar menjadi identitas utama setiap lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA)," tegas Rektor.
Pergeseran Paradigma: Student-Centered dan Berbasis Proyek
Sesi pembekalan aik juga disampaikan oleh Pengurus Badan Pembina Harian (BPH) UM Metro Bidang AIK, Prof. Dr. Enizar, M.Ag., bertajuk "Penguatan Pembelajaran AIK: Dari Mata Kuliah Menjadi Ruh PTMA".
Prof. Enizar menekankan perlunya pergeseran paradigma (paradigm shift) secara mendasar. Metode pengajaran konvensional yang berpusat pada dosen (teacher-centered) — yang selama ini cenderung mengejar hafalan dan formalitas administratif — harus ditinggalkan.
Sebagai gantinya, diterapkan pendekatan yang berpusat pada mahasiswa (student-centered). Pembelajaran dirancang lebih kontekstual, berbasis proyek (project-based), serta berdampak langsung pada pola pikir, sikap, dan tindakan mahasiswa.
Mengacu pada Pedoman AIK PTMA 2025, perombakan mencakup pembaharuan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, pengalaman belajar, hingga sistem asesmen yang autentik.
4 Pilar Prinsip Utama Transformasi AIK:
- Identitas: Meneguhkan ruh keislaman, penciri khas PTMA, dan orientasi capaian.
- Pedagogi: Pembelajaran berpusat pada mahasiswa, kontekstual, dan berbasis pengalaman (experiential learning).
- Integrasi: Menghubungkan nilai Islam dengan disiplin ilmu modern, profesi, serta kegiatan komunitas.
- Evaluasi: Penerapan sistem penilaian autentik dan berjenjang.
Merespons Tantangan Zaman dan Kedalaman Jenjang
AIK di UM Metro juga diarahkan untuk aktif berdialog dengan Isu-isu kontemporer. Dosen dan mahasiswa didorong membedah etika Artificial Intelligence (AI), fikih hijau (green fiqh), bioetika, etika profesi, hingga ekonomi digital melalui pijakan nilai Shiddiq (jujur), Amanah (terpercaya), dan Fathonah (cerdas & solutif).
Pendekatan pembelajaran pun dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan:
Program Sarjana (S1): Berfokus pada pemahaman dasar, internalisasi nilai, dan pengaktualisasian AIK dalam kehidupan kampus dan masyarakat.
Program Magister & Doktor (S2/S3): Mahasiswa bertransformasi dari konsumen materi menjadi produsen gagasan. Mereka didorong menghasilkan luaran konkret seperti artikel ilmiah, policy brief, modul, hingga proyek pemecahan masalah sosial.
Melalui transformasi ini, UM Metro optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter profetik, profesional, dan membawa manfaat nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.