METRO - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) mengevaluasi pelaksanaan Caturdarma Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus mempersiapkan pelaksanaan perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Evaluasi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat mutu akademik, pendidikan profetik, serta tata kelola pembelajaran di lingkungan UM Metro.
Kegiatan Laporan Evaluasi Pelaksanaan Caturdarma Semester Genap T.A. 2025/2026 dan Pembagian SK Perkuliahan Dosen Semester Gasal T.A. 2026/2027 berlangsung di Aula Gedung A.R. Fachruddin UM Metro, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari siklus evaluasi akademik universitas. Hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dibawa ke tingkat fakultas dan program studi untuk ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan pada tahun akademik berikutnya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UM Metro, Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., menyampaikan bahwa hasil evaluasi yang telah dilakukan perlu dimanfaatkan sebagai bahan peningkatan bersama. Menurutnya, capaian yang telah berjalan baik perlu dipertahankan, sementara berbagai kekurangan yang ditemukan, baik pada tingkat dosen maupun unit kerja, harus diperbaiki.
“Yang sudah kita laksanakan secara baik dan benar patut kita pertahankan. Apa yang sudah ditemukan kekurangan, baik dari diri kita sebagai dosen maupun sebagai unit, mari sama-sama kita tingkatkan di tahun akademik yang akan datang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hasil pemantauan dan evaluasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) perlu menjadi bahan bagi fakultas dan program studi dalam menyusun langkah peningkatan mutu.
Evaluasi Berbasis Data
Kepala LPM UM Metro, Drs. Purwiro Hardjati, M.Pd., menjelaskan bahwa evaluasi Caturdarma dilakukan menggunakan instrumen yang telah melalui beberapa kali peninjauan. Proses evaluasi melibatkan auditor serta memadukan evaluasi diri dosen dengan hasil penilaian auditor.

Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar hasil evaluasi memiliki dasar data dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Nilai akhir ini tentu berdasarkan bukti-bukti yang diunggah oleh para dosen,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa pada tahun akademik 2025/2026, tingkat partisipasi dosen dalam audit mencapai 99,1 persen. Dari keseluruhan dosen yang menjadi sasaran audit, capaian tersebut menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam proses evaluasi mutu internal.
LPM juga memotret kinerja program studi melalui berbagai bidang Caturdarma, termasuk pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan AIK. Hasil tersebut selanjutnya diarahkan menjadi bahan evaluasi dan peningkatan yang dapat diimplementasikan dalam perencanaan program kerja dan RKAT.
Untuk tahun akademik 2026/2027, LPM juga menyiapkan pengembangan model Audit Mutu Internal (AMI) yang lebih terarah pada kebutuhan program studi. Instrumen audit akan disusun agar kebutuhan pemenuhan program studi dapat dipetakan secara bertahap hingga empat tahun ke depan.
AIK Didorong Menjadi Ruh Akademik
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UM Metro, Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I., memberikan penekanan khusus terhadap penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam kehidupan akademik.

Menurutnya, evaluasi Caturdarma tidak cukup hanya melihat aspek administratif dan capaian kegiatan. Hal yang juga perlu menjadi perhatian adalah bagaimana AIK benar-benar menjadi basis dan ruh dalam pengembangan keilmuan di perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Yang perlu juga kita evaluasi adalah bagaimana kita menjadikan AIK, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan itu benar-benar menjadi basis, menjadi ruh dalam kegiatan akademik kita,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa AIK tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai mata kuliah atau kegiatan keagamaan yang bersifat aplikatif. Lebih dari itu, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan perlu menjadi fondasi dalam proses pengembangan pengetahuan pada setiap bidang keilmuan.
Menurutnya, hal tersebut penting untuk membangun epistemologi profetik di UM Metro. Setiap mata kuliah diharapkan tetap memiliki substansi keilmuan masing-masing, namun sekaligus mampu menghadirkan nilai-nilai profetik yang berlandaskan tauhid.
“Bagaimana Al-Islam ini nanti menjadi basis, dasar, fondasi, ruh di setiap mata kuliah kita,” tegasnya.
Dr. Samson Fajar juga mendorong terbentuknya budaya diskusi lintas keilmuan. Dosen yang membutuhkan penguatan perspektif AIK dalam bidang keilmuannya dapat berdiskusi dengan sivitas akademika yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Langkah itu, menurutnya, diperlukan agar integrasi AIK tidak berhenti pada tataran praktis, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya akademik dan epistemologi keilmuan UM Metro.
Pendidikan Profetik dan Kurikulum Fleksibel
Penguatan pendidikan profetik juga menjadi bagian dari arah UM Metro pada Tahun Akademik 2026/2027. Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menyampaikan bahwa fokus tahun akademik tersebut adalah penguatan ekosistem pendidikan profetik profesional melalui integrasi Caturdarma yang berdampak dan mencerahkan.

Dalam arah tersebut, UM Metro tetap menempatkan diri sebagai teaching university, dengan tetap mengintegrasikan pendidikan dan pembelajaran dengan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta AIK.
Rektor juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran. Kurikulum diarahkan menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE) dengan penguatan fleksibilitas pembelajaran.
“Perkuliahan tidak harus selalu ada di dalam kelas. Bisa jadi mahasiswa belajar di manapun, artinya bisa daring, bahkan bisa berbasis proyek,” jelasnya.
Fleksibilitas tersebut juga diarahkan melalui pengembangan microcredential dan mekanisme rekognisi terhadap capaian pembelajaran mahasiswa yang diperoleh melalui kegiatan lain yang setara dengan mata kuliah tertentu.
UM Metro telah menyiapkan sejumlah fasilitas dan lembaga yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, termasuk Lembaga Pelatihan dan kegiatan sertifikasi. Capaian mahasiswa dari aktivitas tersebut nantinya dapat direkognisi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Rektor menekankan bahwa penerapan fleksibilitas kurikulum tetap harus dikawal dengan baik. Dalam hal ini, peran Pembimbing Akademik (PA) menjadi penting agar mahasiswa memperoleh pendampingan dan mengomunikasikan rencana pembelajaran maupun rekognisi capaian yang diperolehnya.
Perkuliahan Dimulai 28 September
Sementara itu, pelaksanaan perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada 28 September 2026. Wakil Rektor I mengingatkan fakultas dan program studi untuk mempersiapkan pelaksanaan perkuliahan dengan baik, termasuk memantau ketepatan waktu pelaksanaan perkuliahan agar tidak berdampak pada proses pelaporan akademik.
Rektor juga meminta para dosen memanfaatkan waktu sebelum perkuliahan dimulai untuk mempersiapkan pembelajaran dan memberikan informasi yang jelas kepada mahasiswa sejak pertemuan awal.
Selain persiapan akademik, UM Metro juga tengah bersiap menghadapi asesmen lapangan akreditasi institusi yang dijadwalkan pada 25 September 2026. Rektor mengajak seluruh sivitas akademika memberikan dukungan terhadap proses tersebut.
Rangkaian evaluasi dan persiapan tersebut menunjukkan bahwa memasuki Tahun Akademik 2026/2027, UM Metro tidak hanya menargetkan peningkatan mutu berdasarkan hasil evaluasi, tetapi juga mendorong perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pendidikan.