METRO – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) dipercaya menjadi tuan rumah Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) 2026 yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026. Kepercayaan tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh yang hadir dalam pembukaan Tanwir, mulai dari Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hingga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Mengusung tema “Mengukuhkan Kepanduan Berkemajuan”, Tanwir I HW di UM Metro diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum ini menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, sekaligus perumusan langkah strategis bagi pengembangan Gerakan Kepanduan HW di tengah perubahan zaman.

Peserta Tanwir berasal dari berbagai unsur, di antaranya Kwartir Pusat dan Kwartir Wilayah HW, pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, perguruan tinggi Muhammadiyah, serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung  yang diwakili Ir. Yayan Ruchyansah, M.Si., Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, jajaran pemerintah daerah, serta keluarga besar Muhammadiyah di Kota Metro.

Kwartir Pusat Apresiasi UM Metro sebagai Tuan Rumah

Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Aman Suyudi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Tanwir I HW di Kota Metro.

Secara khusus, Aman menyampaikan penghargaan kepada PWM Lampung, PDM Kota Metro, Universitas Muhammadiyah Metro, serta panitia pelaksana yang telah mempersiapkan pelaksanaan Tanwir.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting sehingga forum Tanwir I dapat terlaksana dan diikuti peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Kepercayaan kepada Lampung, khususnya UM Metro, sebagai lokasi pelaksanaan Tanwir juga dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun semangat kepanduan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Aman menjelaskan bahwa tema “Mengukuhkan Kepanduan Berkemajuan” menjadi penegasan bahwa HW harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, kepanduan tidak lagi dapat dikelola hanya dengan pendekatan konvensional.

“Kepanduan Hizbul Wathan tidak bisa lagi dikelola dengan manajemen konvensional. Harus dikelola dengan manajemen yang modern,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan yang dinamis akibat perkembangan teknologi, informasi, dan globalisasi. Kondisi tersebut menuntut perubahan dalam pola pembinaan, manajemen organisasi, hingga strategi kaderisasi.

Aman berharap Tanwir I di UM Metro dapat menghasilkan gagasan dan langkah strategis untuk memperkuat HW sekaligus menghadirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, mandiri, tangguh, dan mampu menjawab tantangan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kwartir Pusat HW juga memberikan penghargaan kepada Ketua PWM Lampung Prof. Dr. Sudarman serta penghargaan Dharma Bakti kepada Ketua Kwartir Wilayah HW Lampung.

Rektor UM Metro: Kehormatan Menjadi Tuan Rumah

Rektor Universitas Muhammadiyah Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Tanwir yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia.

Atas nama UM Metro, ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan HW yang memilih UM Metro sebagai tuan rumah Tanwir I.

“Selamat datang di Kampus Universitas Muhammadiyah Metro dalam kegiatan Tanwir Kepanduan Hizbul Wathan. Semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang maksimal,” katanya.

Rektor menegaskan bahwa UM Metro menyambut baik kepercayaan tersebut dan berharap seluruh rangkaian Tanwir dapat berlangsung dengan lancar.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyediaan tempat maupun pelayanan selama kegiatan masih terdapat kekurangan.

Menurutnya, UM Metro berharap kehadirannya sebagai tuan rumah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap proses konsolidasi dan penguatan Gerakan Kepanduan HW.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh agenda Tanwir dengan baik dan menghasilkan keputusan strategis yang mampu memperkuat perkembangan HW di masa mendatang.

PWM Lampung Apresiasi Kepercayaan kepada UM Metro

Ketua PWM Lampung Prof. Dr. Sudarman, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kwartir Pusat HW kepada Lampung sebagai tuan rumah Tanwir I.

Dalam sambutannya, Sudarman secara khusus mengapresiasi UM Metro dan Pemerintah Kota Metro yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan Tanwir di Kota Metro menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan Lampung sekaligus menunjukkan perkembangan pendidikan dan gerakan Muhammadiyah di daerah tersebut.

Sudarman menilai UM Metro memiliki posisi strategis dalam mendukung kegiatan Persyarikatan, khususnya karena perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.

Ia berharap peserta Tanwir dari berbagai provinsi dapat mengikuti seluruh agenda dengan baik sekaligus membawa kesan positif tentang Lampung, Kota Metro, dan UM Metro sebagai tuan rumah.

“Atas nama pimpinan Muhammadiyah, khususnya PWM Lampung, saya mengucapkan selamat dan sukses terselenggaranya Tanwir I di UM Metro,” ujarnya.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap dukungan UM Metro dalam mempertemukan berbagai unsur HW dan Muhammadiyah dari berbagai daerah dalam satu forum Tanwir.

PP Muhammadiyah Dorong Revitalisasi HW

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., menegaskan bahwa Tanwir I harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan HW sekaligus memperkuat revitalisasi organisasi.

Ia mengingatkan bahwa HW memiliki sejarah panjang sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1918. Setelah sempat bergabung dengan gerakan kepanduan nasional pada 1961, HW kembali dihidupkan pada 1999.

Dengan perjalanan panjang tersebut, Agung menilai evaluasi menjadi penting agar HW mampu terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Ia mengingatkan agar HW tidak hanya mengandalkan kegiatan kepanduan klasik seperti baris-berbaris, tali-temali, semaphore, dan mendirikan tenda.

“Kalau Hizbul Wathan hanya berputar kepada pembinaan-pembinaan yang sifatnya klasik, terbatas kepada pelatihan baris-berbaris, tali-temali, semaphore, mendirikan tenda, kalau sebatas hanya itu mungkin minat anak muda akan semakin menurun,” ujarnya.

Karena itu, Agung mendorong revitalisasi program, kegiatan, serta pola pembinaan HW agar lebih relevan dengan perkembangan zaman. HW, menurutnya, harus bersahabat dengan digitalisasi, teknologi informasi, dan media sosial.

Regenerasi juga perlu dipercepat dengan memberikan ruang lebih besar kepada kader muda untuk mengambil peran dalam kepemimpinan organisasi.

Agung turut mengapresiasi perkembangan HW di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Keberadaan kabilah HW di sejumlah perguruan tinggi dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kaderisasi.

Ia juga menegaskan bahwa semangat membela tanah air tidak cukup diwujudkan melalui slogan, tetapi harus diterjemahkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Menteri Dikdasmen: HW Harus Dekat dengan Masyarakat

Sambutan berikutnya disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. Ia menegaskan bahwa HW harus menjadi gerakan kepanduan yang mampu menjawab persoalan generasi muda di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.

Menurut Abdul Mu’ti, generasi Z dan generasi Alfa menghadapi tantangan kompleks karena tumbuh dalam lingkungan digital dan keterbukaan informasi yang sangat luas. Di sisi lain, terdapat persoalan karakter, ketahanan diri, kesehatan mental, hingga nasionalisme yang perlu mendapatkan perhatian.

Abdul Mu’ti mengingatkan agar HW tidak menjadi organisasi yang hanya kuat dalam romantisme dan nostalgia masa lalu.

“HW yang berkemajuan adalah HW yang terbuka, HW yang lebih dekat dengan masyarakat di mana mereka berada dan menjadi kekuatan muda yang memberikan solusi nyata terhadap permasalahan bagi generasi muda itu sendiri dan bagi persoalan bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena strawberry generation yang menggambarkan generasi yang dinilai rentan menghadapi tekanan dan tantangan. Karena itu, pendidikan karakter harus menjadi bagian penting dalam proses pembentukan generasi masa depan.

Abdul Mu’ti menekankan pentingnya membangun pribadi yang memiliki pikiran bersih, tutur kata yang baik, serta perbuatan yang tulus dan ikhlas.

“Pikiran juga harus bersih, tutur kata yang mulia itu harus senantiasa menjadi akhlak. Perbuatannya juga perbuatan yang tulus dan ikhlas,” katanya.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga harus membentuk karakter dan peradaban bangsa melalui pembiasaan positif serta penciptaan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

Ia mendorong agar HW semakin berkembang di sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya membentuk generasi Indonesia yang kuat, unggul, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan mencintai tanah air.

Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa aspirasi terkait kepanduan dan regulasi kepramukaan dapat diperjuangkan melalui jalur konstitusional. Menurutnya, penyampaian aspirasi melalui lembaga resmi merupakan bagian dari praktik organisasi yang mencerminkan keluhuran akhlak dan ketinggian ilmu.

UM Metro Jadi Bagian dari Konsolidasi Kepanduan Nasional

Pelaksanaan Tanwir I HW 2026 di UM Metro tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menempatkan kampus sebagai bagian dari ruang konsolidasi kepanduan Muhammadiyah tingkat nasional.

Kepercayaan tersebut sekaligus memperkuat peran UM Metro dalam mendukung berbagai agenda Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan, kaderisasi, dan pengembangan generasi muda.

Dengan hadirnya sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, Tanwir I di UM Metro menjadi ruang pertemuan untuk bertukar gagasan, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus merumuskan arah pengembangan HW agar semakin adaptif terhadap perubahan zaman.

Menutup sambutannya, Abdul Mu’ti berharap Tanwir I HW tidak sekadar menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi, tetapi menjadi forum untuk bertukar pikiran, saling menginspirasi, serta menghasilkan gagasan dan langkah nyata dalam memperkuat kaderisasi.

“Tanwir ini menjadi forum di mana kita semua bertukar pikiran, saling menginspirasi dalam rangka membangun generasi Indonesia yang kuat, generasi Indonesia yang unggul, generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air dan bangsa,” pungkasnya.

Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan 2026 yang berlangsung di UM Metro hingga 10 Oktober 2026 diharapkan menghasilkan langkah strategis untuk memperkuat revitalisasi organisasi, mempercepat kaderisasi, serta melahirkan kader yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Persyarikatan Muhammadiyah, umat, bangsa, dan negara.