METRO - Universitas Muhammadiyah (UM) Metro mewisuda sekitar 345 mahasiswa dalam Sidang Terbuka Senat Akademik dan Launching Program Studi Kedokteran Hewan Profesi Dokter Hewan yang digelar di Gedung Sesat Agung Metro, Sabtu (8/8/2026).
Wisuda tersebut mencakup lulusan program pascasarjana, sarjana, dan diploma. Kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran pendidikan kedokteran hewan di UM Metro.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada masyarakat atas proses pendidikan yang telah dijalankan.
“Wisuda bukan sekadar ceremonial, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban Universitas Muhammadiyah Metro kepada masyarakat atas proses pendidikan yang telah dijalankan,” ujar Dr. Nyoto dalam sambutannya.
Ia menyebut, pada tahun akademik 2025/2026 UM Metro memiliki 8.354 mahasiswa aktif. Jumlah tersebut, menurutnya, menjadi amanah sekaligus tanggung jawab bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Rektor juga menyampaikan bahwa UM Metro saat ini memiliki tujuh guru besar dan sekitar 75 dosen berpendidikan doktor. Penguatan sumber daya manusia tersebut menjadi bagian dari upaya universitas meningkatkan kualitas layanan akademik.
Selain penguatan SDM, UM Metro terus melakukan transformasi layanan akademik melalui pemanfaatan teknologi digital. Pembelajaran dan layanan akademik dikembangkan dengan dukungan sistem digital, termasuk pemanfaatan SPADA serta pembangunan berbagai sistem informasi untuk mendukung mahasiswa dan dosen.
Dalam sambutannya, Dr. Nyoto juga menyampaikan bahwa UM Metro saat ini mengelola sejumlah program pendidikan, yakni 26 program pascasarjana, 144 program Pendidikan Profesi Guru, 302 program sarjana, dan 17 program diploma.
Hingga saat ini, UM Metro telah memiliki sekitar 23.705 alumni yang tersebar di berbagai sektor pembangunan, antara lain sebagai pendidik, tenaga profesional, birokrat, peneliti, dan pembina di berbagai bidang.

Luncurkan Pendidikan Kedokteran Hewan
Selain prosesi wisuda, Sidang Terbuka Senat Akademik UM Metro juga menjadi momentum peluncuran pendidikan kedokteran hewan.
Dr. Nyoto mengatakan pembukaan pendidikan kedokteran hewan merupakan hasil dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Universitas Gadjah Mada, pemerintah daerah, serta sejumlah lembaga terkait.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung proses pendirian pendidikan kedokteran hewan di UM Metro.
“Ini adalah untuk generasi penerus kita semua,” kata Nyoto.
Menurutnya, kehadiran pendidikan kedokteran hewan menjadi bagian dari upaya UM Metro memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
Dorong Lulusan Buka Lapangan Kerja
Kepada para wisudawan, Dr. Nyoto berpesan agar lulusan tidak hanya berorientasi memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Ia menilai lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan yang lebih luas di tengah era transformasi digital. Tidak hanya kecerdasan intelektual dan capaian akademik, tetapi juga karakter, kemampuan berkolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan.
“Kami berharap para lulusan ini tidak hanya memasuki dunia kerja, tetapi kami berharap para lulusan ini mampu membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UM Metro dalam mendidik putra-putri mereka.
Di sisi lain, UM Metro terus mendorong peningkatan mutu kelembagaan. Nyoto menyampaikan bahwa universitas tengah menjalani sejumlah proses menuju peningkatan peringkat akreditasi dan berharap UM Metro dapat meraih peringkat akreditasi unggul pada 2026.
Ia menegaskan, pencapaian tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kebersamaan dalam mengembangkan Universitas Muhammadiyah Metro sebagai perguruan tinggi yang unggul, modern, berdaya saing global, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah,” pungkasnya.